//
you're reading...
Artiikel

THE POWER OF HOPE

Percayakah jika saya mengatakan kepada Anda bahwa nasib dunia, kehidupan, dan masyarakat di sekitar kita akan bisa tertata lebih dari yang bisa saksikan saat ini? Jawaban yang saya harapkan adalah sebuah jawaban yang meyakinkan. Dan jawaban yang saya harapkan hanya akan keluar dari mulut-mulut yang dalam jiwanya terpancar sebuah harapan. Harapan yang indah, agung, dan ideal.

Orang yang tidak memiliki harapan seperti itu tidak mungkin dengan serta merta menjawab dengan jawaban yang meyakinkan. Orang-orang yang kerdil—yang tidak memiliki impian dan harapan—paling-paling hanya mampu menjawab, ”sudahlah jangan berpikir macam-macam. Jangan berpikir terlalu tinggi dan melangit. Toh kehidupan memang tidak adil, hukum tinggal nama dan simbol. Orang-orang sudah memang sudah bejad. Ulama pun banyak yang bermaksiat. Politikus hanya mementingkan diri dan golongan. Pejabat memang sudah berjiwa penjahat. Menginginkan kehidupan yang lebih baik hanya sebuah khayalan yang tidak mendasar.”

Mengapa orang-orang sudah berkecil hati, sudah menebak-nebak apa yang belum terjadi, padahal kita bukanlah Tuhan yang berhak menentukan kehidupan mendatang. Meminjam istilah Sunda, mereka telah keok samemeh dipacok, kalah sebelum bertanding. Pikiran negatif dan putus asa memang bumerang mematikan bagi orang yang memeliharanya. Orang yang masih menyimpannya adalah para pecundang sejati yang takut menghadapi hidup, yang takut terhadap resiko atas perbuatan yang telah dilakukannya. Padahal pilihan apapun niscaya mengandung resiko, positif atau negatif, baik atau buruk, mengenakkan atau menyakitkan.

Bagaimanakah kekuatan sebuah harapan? Harapan adalah sama dengan impian. Harapanlah yang menggerakan organ tubuh kita untuk bergerak sesuai dengan harapan itu. Setiap orang pasti punya harapan. Tidak sedikit orang yang berjuang mewujudkan harapannya itu. Namun sungguh sedikit orang yang hidup bertahan dengan harapan-harapannya itu.

Allah berfirman:

Katakanlah: hai para hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampunni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]: 53).

Dan harapan apakah yang sangat kuat? Sebuah harapan yang kuat adalah harapan yang disandarkan kepada sesuatu yang maha Kuat, yakni Allah. Hanya harapan kepada Allah saja yang dapat membuat kita secara pribadi maupun secara koletif dapat membuat kita bangkit dari keterpurukan.

Harapan berlawanan dengan putus asa. Putus asa adalah perbuatan yang tidak patut ada pada diri seorang muslim. Andai kita memiliki segudang dosa, kita tidak usah merasa hina dan berkecil hati atau takut Dia tidak mengampuni. Allah tidak suka orang yang berputus asa, apalagi berputus asa dari rahmat-Nya. Salah satu rahmat-Nya yang berupa ampunan hanya bisa diperoleh hanya oleh orang-orang yang berpengharapan besar kepada-Nya. Hanya bagi orang-orang yang optimis bahwa ampunan Allah sungguh sangat luas.

Bukankah Allah telah mengatakan bahwa Dia sesuai dengan persangkaan para hamba-Nya? Jadi optimislah bahwa kita adalah orang-orang yang mendapatkan ampunan dan anugerah-Nya. Berbaik sangkalah kepada-Nya bahwa kita adalah orang-orang yang mendapatkan rahmat-Nya. Hidupkanlah hatimu dengan harapan-harapan baesar bahwa esok Dia akan memberikan kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Berharaplah bahwa hari esok kita adalah orang-orang yang memenangkan persaingaan dalam rangka fastabiqul khairat.

Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat, satu di antaranya telah Allah turunkan dan dibagi-bagikannya kepada jin, manusia, binatang, dan serangga. Dengan rahmat-Nya yang satu ini pula para makhluk-Nya saling mencintai dan menyayangi, dan dengan rahmat-Nya yang satu ini pula hewan liar mau menyayangi anaknya. Adapun yang 99 akan Allah berikan nanti pada hari kiamat kepada para hamba (pilihan)-Nya.

Siapakah yang menginginkan 99 rahmat yang agung itu? Maka berlombalah untuk dapat meraihnya. Hidupkanlah kekuatan harapan agar kita bisa menemukan 99 nikmat itu. Hidupkanlah harapan bahwa kita nanti akan menghadap Dzat yang amat agung yang tidak semua bisa bersitatap dengannya. Hanya dengan harapan yang terpatri kuat—tentu pula mengispirasinya untuk bergerak—kita akan menjadi orang-orang terpilih yang menghadap-Nya dengan hati bersih dan jiwa yang suci.


 

About JAHAR

Reunited World Muslim

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MY FB

Arsip

MY TWEET

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

November 2011
S S R K J S M
    Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930