//
you're reading...
Artiikel, Renungan

INDONESIA MERINDUKAN KEMBALINYA POWER AGAMA

Benarkah kita bangsa yang banyak masalah? Disadari atau tidak kita memang adalah memang bangsa yang dirundung masalah. Negeri kita bermasalah dengan sumber daya alam maupun manusianya. Namun masalah sumber daya alam sebutulnya merupakan faktor turunan yang disebabkan oleh bermasalahnya sumber daya manusianya.

Sumber daya alam kita tidak diragukan lagi, amat kaya. Negara kita merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah produktif terluas di dunia. kita memiliki potensi sumber daya alam yang beraneka ragam: potensi hutan, laut sumber daya mineral dan energi. Negara kita juga merupakan wilayah yang sangat strategis sejak dahulu kala. Para pedagang dari Timur Tengah atau Asia Selatan pasti melalui perairan Indonesia bila akan berdagang ke Asia Timur atau pantai barat Amerika. Demikian juga sekarang ini, ketika kapal-kapal raksasa mengarungi samudera, atau korporasi-korporasi dunia mencari lokasi produksi yang telah dioptimasi dalam jalur transportasi dunia (Fahmi Amhar, 2009).   Di daratan, perut bumi, dan perairan negara terkandung kekayaan yang sangat cukup hingga beberapa generasi dari anak cucu kita.

Kita punya hutan yang kaya, namun kita tidak bisa mengatur dan memeliharanya. Hutan kita yang luas ditebangi sekehendak hati orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kemudian perilaku busuk mereka dibiarkan begitu saja. Mereka tertangkap, namun otak dari semua perilaku itu bisa bebas dengan senangnya. Perairan kita terlalu luas sehingga pemerintah tidak dapat mendeteksi negara-negara asing yang menangkap ikan-ikan secara ilegal. Begitupun dengan sumber daya mineral seperti pertambangan tembaga di Papua malah dikelola oleh PT. Freeport yang merupakan perusaahan milik asing. Hukum dan undang-undang yang dibuat terlalu lemah untuk menyelesaikan semua masalah ini.  Bahkan, Hukum dan Undang-Undang tersebut malah menguntungkan mereka dan kita selaku rakyat malah dirugikan. Belum lagi bangsa ini menghadapi kejahatan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab. Supremasi hukum di negeri ini belum mampu menjerat para pelaku korupsi hingga tuntas sampai ke akar-akarnya.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Padahal banyak anak bangsa yang pintar berpendidikan. Banyak putra bangsa yang kuliah di luar negeri. Banyak anak bangsa yang bergelar doktor, profesor, cendikiawan, ilmuwan, dan agamawan. Banyak acara training-training yang berusaha membangkitkan kesadaran akan spiritualitas diselenggarakan. Kemudian secara serentak buku-bukunya laris di pasaran bak jamur di musim hujan. Apakah itu semua dapat terasa signifikansinya terhadap kehidupan bangsa kita saat ini? Seandainya semua yang telah dilakukan itu tidak ada pengaruhnya, maka di manakah letak kesalahannya?

Salah satu kekeliruan bangsa ini adalah kita telah “membebek” pada bangsa lain sehingga kehilangan jati diri bangsa. Bangsa Indoensia dahulu terkenal dengan bangsa yang religius, tapi kini nilai-nilai luhur itu telah tergerus. Sehingga nilai-nilai luhur itu kini tidak kita ketemukan lagi dalam praktik kehidupan sehari, baik rakyat maupun birokrat. Kita telah meninggalkan nilai-nilai jati dirinya yang luhur dan berpaling terhadap nilai-nilai asing (Barat). Kita tidak percaya diri dengan nilai kita yang asli dan baru merasa diakui sebagai warga dunia jika telah mengekor dan melakukan imitasi terhadap nilai-nilai dan gaya hidup dari Barat. Padahal, di Barat sendiri faktanya telah terjadi kekeringan spiritual dan mereka telah mengabaikan conscience (suara hati) dimana suara hati setiap manusia pasti cenderung ke arah nilai-nilai kebenaran.

Ketika Barat telah melakukan praktik kehidupan yang sekular, maka kita pun mati-matian memperjuangkan agar kehidupan bangsa ini menjadi sekular, padahal jati diri bangsa ini adalah bangsa yang religius. Jadi, jika pemisahan antara kehidupan beragamaan dengan kehidupan publik terus-terusan dipertahankan, maka bangsa ini menjadi tidak jelas arah dan tujuannya, dan kehilangan karakter khasnya.

Barat saat ini tengah bergerak dari kehidupan yang kering tanpa makna menuju kehidupan penuh dengan suasana spiritual. Hal itu terjadi secara alami karena di sana tingkat kriminalitas makin merajalela, kejenuhan akan kehidupan materi sudah  mencapai puncaknya, perceraian, perselingkuhan, free sex, prostitusi, aborsi dan sebagainya. Semuanya menunjukkan bahwa tatanan sosial di sana kacau balau.

Bangsa kita justru sebaliknya, bergerak dari kehidupan religius menuju kehidupan yang sekular. Jika itu terus berlanjut, apakah kita ingin kehidupan kita seperti hancurnya kehidupan di Barat? Kita terus membanggakan diri dengan terus-menerus meniru model kehidupan di Barat. Sementara sisi positif Barat dalam dunia pengetahuan dan sains tidak kita kejar, atau bahkan kita tandingi seperti yang dilakukan oleh Jepang, India, Korea, dan Cina. Sebaiknya kita berkaca pada Jepang yang luar biasa sukses menyaingi Barat. Pada awal kebangkitannya, Jepang membeli produk-produk dari Barat bukan untuk konsumsi, tapi sebagai model agar mampu menciptakan produk yang lebih baik. Itu pun bisa mereka buktikan. Kenapa tidak dengan kita?

Jika kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang terbaik, memiliki peradaban tinggi, dan diperhitungkan di dunia internasional, maka solusinya adalah kembali pada nilai-nilai spiritual. Seluruh elemen bangsa ini—rakyat maupun pejabatnya—harus mengamalkan nilai-nilai spiritual yang agung. Tiada lain nilai-nilai agung tersebut terdapat dalam ajaran agama (Islam) yang mengatur semua urusan, baik itu urusan pribadi maupun publik.

About JAHAR

Reunited World Muslim

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MY FB

Arsip

MY TWEET

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

November 2011
S S R K J S M
    Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930