//
you're reading...
Berita

Dunia Waspadai Krisis Memburuk

PELAKU pasar terus mencermati kelanjutan krisis Eropa. Obligasi Jerman yang kurang diminati membuat dunia khawatir krisis di zona euro memburuk. Hal itu menekan pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia.

“Mayoritas pelaku pasar saham hanya memantau sehingga transaksi tergolong rendah dan lebih cenderung untuk melepas saham. Di sisi lain, mereka juga terus mencermati krisis utang di Eropa,” kata analis saham Milenium Danatama Sekuritas Abidin di Jakarta, kemarin.


Di Bursa Efek Indonesia, nilai transaksi sepanjang hari perdagangan, kemarin, tercatat hanya Rp2,25 triliun. Angka itu jauh di bawah rata-rata transaksi harian di BEI selama 2011 Rp4,8 triliun.

Indeks harga saham gabungan pun tertekan. Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG turun 58,84 poin (1,59%) ke 3.637,19. Di sisi lain, nilai tukar rupiah merosot 110 poin ke 9.090 per dolar AS.

Analis pasar uang dari Bank Himpunan Saudara Rully Nova mengatakan obligasi Jerman yang kurang diminati investor mengindikasikan bahwa krisis utang di Eropa memburuk. “Penyerapan obligasi Indonesia saja lebih tinggi daripada Jerman. Kondisi itu menunjukkan krisis di pasar utang di sana cukup buruk,” kata dia.

Dalam mencermati perkembangan ekonomi dunia, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan persoalan ekonomi di belahan dunia lain tidak bisa dianggap remeh. Imbas turunnya ekonomi Eropa dan Amerika Serikat sudah mempengaruhi perekonomian China.

Sejauh ini, China merupakan salah satu pasar ekspor Indonesia. “Kondisi ekonomi China berpengaruh signifikan pada perekonomian Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah berupaya menguatkan pasar domestik, yakni dengan menghilangkan hambatan perdagangan antarpulau, menjaga daya beli masyarakat, dan menekan inflasi.

Pada kesempatan terpisah, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Beli Indonesia berdemonstrasi di depan Bursa Efek Indonesia. Mereka menuntut pemerintah agar menghentikan aktivitas pasar modal.

Menurut mereka, aktivitas pasar modal dianggap hanya penuh dengan spekulasi, ketidakpastian, dan kepentingan. Apalagi aliran modal yang masuk bursa justru tidak masuk ke sektor riil.

Unjuk rasa semacam itu sebelumnya ramai dilakukan di Amerika Serikat dengan nama gerakan Pendudukan Wall Street (Media Indonesia, 18/10). Gerakan itu kemudian meluas ke beberapa negara.(WR/Mad/Ant/X-10)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/26/279295/4/2/Dunia-Waspadai-Krisis-Memburuk

About JAHAR

Reunited World Muslim

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

MY FB

Arsip

MY TWEET

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

November 2011
S S R K J S M
    Des »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930